Posts

Apa Itu Kawitan?

Image
    Kawitan  berasal dari bahasa sansekerta yaitu Wit yang artinya asal mula. Asal mula manusia adalah Tuhan, maka sesungguhnya setiap orang punya kawitan. Jadi Kawitan adalah pengingat asal atau ada pula yang mendefinisikan kawitan merupakan leluhur yang pertama kali datang di Bali atau lahir di Bali.     Pemujaan Kawitan didasari oleh Atma Tattwa dan Purnabhawa. Bahwa roh leluhur akan menjelma kembali menjadi manusia, bisa jadi anak-cucu kita, dalam kaitan ini pemujaan Kawitan adalah bagian dari Bhakti Marga, mewujudkan kasih sayang kepada leluhur dan keturunan kita. Pemujaan Kawitan juga dapat didasari oleh Moksa, karena dalam upaya mensucikan roh leluhur, salah satu caranya dengan menyembah roh leluhur, mendoakan tercapainya Amoring Acintya. A. Sejarah Kawitan      Di luar Bali kawitan itu ada tetapi tidak secara visual dalam bentuk merajan. Konsep merajan kawitan ada mulai abad ke-11 yang diterapkan oleh Ida Mpu Kuturan...

Tata Cara Menanam Ari-ari

Image
Pelaksanaan upacara bagi bayi yang baru lahir salah satu maknanya adalah sebagai ungkapan rasa gembira dan syukur atas lahirnya si bayi ke dunia. Upakara-upakara yang dipergunakan disebut dengan Dapetan. Upakara dapetan ini terdiri dari beberapa bagian yang disesuaikan dengan tingkatan upacaranya, yaitu: *Tingkatan Kecil Upakaranya: nasi muncuk kuskusan, dilengkapi dengan buah-buahan (raka-raka), rerasmen (kacang, saur, garam, sambel dan ikan), sampian jaet, dan canang sari/canang genten, serta sebuah penyeneng. Upakara ini dihaturkan kepada Sang Dumadi. *Tingkatan Yang Lebih Besar Upakaranya : sama seperti di atas hanya saja dilengkapi lagi dengan jerimpen di wakul yaitu sebuah wakul yang berisi sebuah tumpeng lengkap dengan raka-raka, rerasmen dan sampian jaet. A. Persiapan Sebelum Memulai Menanam Ari-Ari : 1. Air kumkuman secukupnya 2. Boreh gading ( dibuat dari beras dan bangle ) 3. Kelapa muda dan dibelah dua, dan ditulis dengan rerajahan, bagian a...

Cuntaka Dalam Hindu

Image
Cuntaka atau sebel adalah suatu keadaan tidak suci menurut pandangan agama Hindu. Menurut pengertian kamus Kawi-Indonesia istilah cuntaka berarti cemer (letuh). Berdasarkan keputusan pesamuhan agung PHDP Nomor 015 / Tap / PA.PHDP / 1984 dipergunakan istilah cuntaka untuk menyatakan suatu keadaan kotor (tidak suci) baik akibat dari kematian maupun hal – hal lain yang dipandang kotor. Cuntaka dapat digolongkan menjadi 2 macam, yaitu : 1. Cuntaka karena diri sendiri adalah orang yang dalam keadaan kotor (cemer), sehingga tidak boleh melakukan suatu upacara Agama dan memasuki tempat suci. 2. Cuntaka yang disebabkan oleh orang lain adalah orang yang dalam hubungan duka karena kematian, sehingga tidak boleh melakukan upacara keagamaan dan memasuki tempat suci kecuali kegiatan yang ada hubungannya dengan upacara kematian tersebut. Ada beberapa penyebab sehingga terjadinya Cuntaka, berikut penyebab dan penjelasannya : 1. Kematian Jika Kematian yang terkena cunta...

Pentingnya Upacara Megedong-Gedongan

Image
Upacara Megedong-Gedong an adalah Upacara Kehamilan. Menurut Kanda Pat Rare mengatakan dalam proses kehamilan karena “Kama Jaya” (Sperma dari Ayah) bertemu dengan “Kama Ratih” (Ovum dari Ibu) terjadilah pembuahan. Semakin besar terwujudlah Jabang Bayi. Upacara Megedong-gedong an adalah Upacara yang ditujukan kepada Bayi yang masih berada di dalam Kandungan dan merupakan Upacara pertama dilaksanakan pada saat Bayi berumur 5 bulan Bali (±6 Bulan kalender), karena wujud Bayi sudah dianggap sempurna. pada waktu hamil telah menginjak umur 6 bulan saka maka para Dewata telah lengkap menganugrahi organ tubuh manusia ( lontar Angastyaprana), maka calon ayah dan calon ibu sudah menyiapkan diri untuk melakukan upacara magedong-gedong an. Pelaksanaan Upacara Magedong-gedong an berfungsi sebagai penyucian terhadap Bayi. Disisi lain juga berarti agar kedudukan Bayi dalam Kandungan agar baik kuat & tidak abortus. Secara bathiniah agar Sang Bayi kuat mulai setelah lahir menjadi orang ya...

Hubungan antara Ogoh-Ogoh dengan Hari Raya Nyepi

Image
A. Pengertian Ogoh-Ogoh Ogoh-ogoh adalah karya seni patung dalam kebudayaan Bali yang menggambarkan kepribadian Bhuta Kala. Dalam ajaran Hindu Dharma, Bhuta Kala merepresentasikan kekuatan (Bhu) alam semesta dan waktu (Kala) yang tak terukur dan tak terbantahkan. Dalam perwujudan patung yang dimaksud, Bhuta Kala digambarkan sebagai sosok yang besar dan menakutkan; biasanya dalam wujud Raksasa. Selain wujud Raksasa, Ogoh-ogoh sering pula digambarkan dalam wujud makhluk-makhluk yang hidup di Mayapada, Surga dan Naraka, seperti: naga, gajah dan Widyadari, bahkan Dalam perkembangannya, ada yang dibuat menyerupai orang-orang terkenal, seperti para pemimpin dunia, artis atau tokoh agama bahkan penjahat. B. Sejarah Ogoh-Ogoh Banyaknya versi yang beredar di masyarakat Bali yang menjelaskan tentang awal mula munculnya ogoh-ogoh. Agak sulit sebetulnya menentukan kapan awal mula ogoh-ogoh muncul. Namun, diperkirakan ogoh-ogoh tersebut dikenal sejak jamanDalem Balingkang. Pada sa...

Kerobokan Beach

Image
Tulisan Pantai Keroboka Pantai Kerobokan merupakan pantai paling populer di Buleleng timur tepatnya terletak di Desa Kerobokan Kecamatan Sawan Kabupaten Bueleleng. Di pantai ini wisatawan tak perlu merasa bosan sebab ada banyak aktivitas yang bisa dilakukan mulai dari bermain pasir, mandi menggunakan papan surfing, hingga menyaksikan senja yang romantis. Berwisata ke Buleleng rasanya kurang lengkap jika tidak mengunjungi Pantai Kerobokan. Terletak di lokasi pedesaan pantai yang sarat dengan mitos dan legenda ini memang menjadi pantai yang sangat populer di kalangan wisatawan. Meskipun secara landscape tidak secantik pantai-pantai yang ada di Bali selatan seperti pantai kuta, pandawa dan pantai Nusa Dua yang memiliki hamparan pasir putih dan gugusan karang, Pantai Kerobokan tetap menjadi pantai paling ramai di setiap waktu. Pura Segara Pantai Kerobokan  memiliki garis pantai yang sangat panjang, menyatu hingga  Pantai Penarukan ,  Pantai Sangsit...

Pura Mas Kuning

Image
Pada umumnya setiap agama memiliki tempat untuk beribadah atau tempat suci . Pura merupakan tempat suci umat Hindu untuk menghubungkan diri dengan  Ida Sanghyang Whidi Wasa . Umat Hindu memiliki keyakinan akan sifat kemahakuasaan Tuhan yang tidak terbatas, sedangkan disatu sisi manusia memiliki keterbatasan sehingga tidak mungkin mampu menjangkau kemahakuasaan-Nya yang tidak terbatas itu. Meskipun demikian manusia berusaha untuk mendekatkan diri pada kemahakuasaan Tuhan. Upaya untuk mendekatkan diri pada kemahakuasaan tuhan bertujuan agar manusia dapat mendayagunakan kepercayaan pada Tuhan Yang Maha Esa itu untuk meningkatkan mutu hidupnya (Wiana, 1989:1). Keberadaan pura di Bali dapat dikelompokan sesuai fungsinya yaitu pura yang berfungsi sebagai tempat suci untuk memuja  Ida Sanghyang Widhi Wasa  serta pura yang berfungsi sebagai tempat suci untuk memuja roh leluhur. Pura selain sebagai tempat persembahyangan juga dimanfaatkan untuk kegiatan lain seperti ...