Posts

Makna Penggunaan Busana Adat Bali

Image
Indonesia merupakan negeri yang kaya akan adat dan budaya. Banyak hal yang unik dan menarik yang kita temui disini. Indonesia teridiri dari 34 provinsi yang mana setiap provinsi itu memiliki adat dan budaya tersendiri yang menjadi ciri khas daerah itu. Begitu juga dengan pakaian adatnya, sejatinya ada banyak sekali pakaian adat yang terdapat di negeri ini, mengingat terdapat banyaknya suku di Indonesia. Salah satu pakaian adat asal indonesia yaitu pakaian adat Bali.  Pakaian adat Bali umumnya memang dipakai hanya pada saat sembahyang oleh para pemeluk agama hindu di Bali. Meskipun demikian, dalam aktivitas sehari-hari tidak jarang juga menemukan orang-orang bali yang memakai pakaian adat ini. Tidak ada nama khusus dari pakaian adat Provinsi Bali. Oleh sebab itu, ketika banyak orang luar menanyakan mengenai hal ini, masyarakat Bali pun pada umumnya akan kebingungan. Mereka hanya akan menyebut pakaian adat yang dipakainya dengan nama "pakaian adat Bali". Pakaian a...

Perayaan Siwalatri Generasi Muda Mulai Melenceng?

Image
Sehari sebelum Tilem sasih Kapitu  atau yang sering di sebut Prawaning Tilem Kapitu, umat hindu memperingati Hari Siwaratri. Siwaratri adalah hari suci untuk melaksanakan pemujaan ke hadapan Hyang Widhi Wasa / Tuhan Yang Maha Esa dalam perwujudannya sebagai Sang Hyang Siwa. Siwarâtri juga sebagai media introsfeksi diri untuk senantiasa mawas diri serta menyadari akan Sang Diri Sejati. Siwaratri merupakan perenungan diri sehingga dapat meminimalkan perbuatan dosa dalam kehidupan sehari-hari. Adalah tanpa makna jika merayakan Siwaratri justru yang diperoleh hanya kantuk dan lapar yang sangat menyiksa. (Gede Manik, Loc.Cit). Perayaan Siwa Ratri, seperti yang dilaksanakan umat Hindu di Kota Singaraja dan sekitarnya, Kamis (26/01) sejak sore remaja belasan tahun yang umumnya masih mengenyam pendidikan itu sudah tampak mengenakan pakaian adat. Siwaratri artinya malam Siwa. Jika diuraikan terdiri dari 2 kata, yaitu Siwa dan Ratri. Siwa dalam bahasa Sansekerta berarti ba...

Perkawinan Pade Gelahang

Image
Perkawinan Pada Gelahang adalah salah satu sistem perkawinan di Bali yang berbeda dari biasanya karena baik suami maupun istri bertindak sebagai Purusa. Perkawinan Pada Gelahang tidak bertentangan dengan Adat Bali maupun Ajaran Agama Hindu. Adapun dampak secara nyata dari sistem perkawinan ini yaitu: pasutri memiliki beban ganda dalam melaksanakan kewajiban dalam Desa Pakraman seperti ayah-ayahan di pura, banjar, dll. Jika pasutri hanya memiliki satu anak, maka beban anak akan berlipat ganda apalagi anak tersebut akan menikah.   Meskipun sistem perkawinan Pada Gelahang baru popular di kalangan masyarakat Bali, namun sistem perkawinan ini ternyata sudah dikenal sejak dahulu dalam sistem kehidupan sosial masyarkat Bali. Hal ini karena fenomena nak tunggal tidak hanya terjadi pada masa modernisasi seperti saat ini, tapi sudah ada sejak zaman dulu kala.   Menurut penelitian yang dilakukan Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Udayana, Prof Wayan P. Windia, tercatat...

Subak di Bali

Image
A. Apa Itu Subak? Subak adalah organisasi kemasyarakatan yang khusus mengatur sistem pengairan sawah yang digunakan dalam cocok tanam padi di Bali, Indonesia. Subak ini biasanya memiliki pura yang dinamakan Pura Uluncarik, atau Pura Bedugul, yang khusus dibangun oleh para petani dan diperuntukkan bagi dewi kemakmuran dan kesuburan dewi Sri. Sistem pengairan ini diatur oleh seorang pemuka adat yang juga adalah seorang petani di Bali.   B. Revolusi Hijau Sebutan tidak resmi yang dipakai untuk menggambarkan perubahan fundamental dalam pemakaian teknologi budidaya pertanian yang dimulai pada tahun 1950-an hingga 1980-an di banyak negara berkembang, terutama di Asia. Hasil yang nyata adalah tercapainya swasembada (kecukupan penyediaan) sejumlah bahan pangan di beberapa negara yang sebelumnya selalu kekurangan persediaan pangan (pokok), seperti India, Bangladesh, Tiongkok, Vietnam, Thailand, serta Indonesia, untuk menyebut beberapa negara. Norman Borlaug, penerima pengh...

Piodalan Rambut Sedana

Image
Piodalan atau upacara yadnya Rambut Sedana adalah untuk memperingati hari pemujaan khusus kepada Bhatara Rambut Sedana yaitu pada Buda Wage, Wuku Kelawu atau lebih dikenal Buda Cemeng Kelawu yang jatuh setiap 210 hari sekali. Pemujaan pada hari ini lebih banyak diperuntukkan untuk Bhatara Sri Sedana. Dewa Kekayaan, kemakmuran, kemurnian, dan kedermawanan selalu dihubungkan dengan Dewi Laksmi. Dalam tradisi agama Hindu di Bali, “Bhatara Rambut Sedana” dipuja sebagai “Dewi Kesejahteraan” yang menganugerahkan harta kekayaan, emas-perak (sarwa mule), permata dan uang (dana) kepada manusia. Kegiatan peringatan “Sri Sedana” yang lazim disebut “Rambut Sedana” merupakan hari raya atau odalan bagi uang maupun nafkah yang telah dianugerahkan Tuhan Yang Maha Esa kepada umat Manusia. Dilihat dari arti katanya yaitu “Sri” artinya beras, dan “Sedana” artinya uang atau dengan kata lain bagian dari nafkah, maka perayaannya dilakukan di lingkungan rumah tangga dan juga pura di li...

Tradisi Nyekar di Desa Kerobokan

Image
Daya tarik pulau Bali tidak tidak hanya sekedar tempat wisatanya saja, tetapi juga berbagai budaya dan tradisi unik yang masih dijaga lestari sampai sekarang ini, berbagai tradisi unik tersebut tidak lekang adanya waktu ataupun modernisasi, sehingga hal tersebut cukup menarik wisatawan, untuk mengenalnya lebih dekat, selain tradisi Nyepi yang berlaku secara umum di pulau Bali, ada juga tradisi yang digelar di desa Kerobokan, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng.Dikenal juga dengan maturan Sekah, digelar setiap satu tahun sekali yaitu tepatnya pada Purnama Sasih Kapat. Tradisi Nyekar juga dilaksanakan di dua Desa tetangga yakni Desa Sinabun dan Desa Kloncing, namun dilaksakan dalam waktu yang berbeda. Tradisi Nyekar identik dengan pembuatan pondok-pondok yang berukuran sedang di hamparan pasir hitam pantai Kerobokan. Biasanya pondok-pondok ini dari bambu, kayu sedangkan atap dan dindingnya terbuat dari terpal maupun kain. Namun dijaman modern seperti saat ini, ...

Apa Itu Kawitan?

Image
    Kawitan  berasal dari bahasa sansekerta yaitu Wit yang artinya asal mula. Asal mula manusia adalah Tuhan, maka sesungguhnya setiap orang punya kawitan. Jadi Kawitan adalah pengingat asal atau ada pula yang mendefinisikan kawitan merupakan leluhur yang pertama kali datang di Bali atau lahir di Bali.     Pemujaan Kawitan didasari oleh Atma Tattwa dan Purnabhawa. Bahwa roh leluhur akan menjelma kembali menjadi manusia, bisa jadi anak-cucu kita, dalam kaitan ini pemujaan Kawitan adalah bagian dari Bhakti Marga, mewujudkan kasih sayang kepada leluhur dan keturunan kita. Pemujaan Kawitan juga dapat didasari oleh Moksa, karena dalam upaya mensucikan roh leluhur, salah satu caranya dengan menyembah roh leluhur, mendoakan tercapainya Amoring Acintya. A. Sejarah Kawitan      Di luar Bali kawitan itu ada tetapi tidak secara visual dalam bentuk merajan. Konsep merajan kawitan ada mulai abad ke-11 yang diterapkan oleh Ida Mpu Kuturan...